Kamis, 08 November 2012

Ki Hadjar Dewantara(Sang Bapak Pendidikan)



Ki Hadjar Dewantara
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.[2].Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)[3].


Sumber:Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber:Wikipedia bahasa Indonesia




Masa muda dan awal karier
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.
Aktivitas pergerakan
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.
Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.
Als ik een Nederlander was
Sewaktu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913, timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Soewardi. Ia kemudian menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik een Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, 13 Juli 1913. Isi artikel ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda. Kutipan tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.
"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
Beberapa pejabat Belanda menyangsikan tulisan ini asli dibuat oleh Soewardi sendiri karena gaya bahasanya yang berbeda dari tulisan-tulisannya sebelum ini. Kalaupun benar ia yang menulis, mereka menganggap DD berperan dalam memanas-manasi Soewardi untuk menulis dengan gaya demikian.
Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri). Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Soewardi kala itu baru berusia 24 tahun.
Dalam pengasingan
Dalam pengasingan di Belanda, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia).
Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya. Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore. Pengaruh-pengaruh inilah yang mendasarinya dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.
Taman Siswa
Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.
Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.
Pengabdian pada masa Indonesia merdeka
Patung Ki Hajar Dewantara
Dalam kabinet pertama Republik Indonesia, KHD diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata.




KAMUS MINI BAHASA JERMAN


Monarch      = Raja
Monarchie    = Kerajaan
Morgen       = Besok
Multone       = Tong sampah
Man           = Orang

Neun          = Sembilan
Neger         = Orang negro
Niesen        = Bersin
Nun           = Sekarang
Neu           = Baru

Ort                = Tempat                              Oben                    = Diatas
Ohr               = Telinga                              Oder                     = Atau
Obst              = Buah-buahan                      Oper                     = Opera









Tips Agar Tidak Jenuh dalam Belajar


Pernakah teman-teman merasakan jenuh untuk belajar?Nah,kebetulan aku mempunyai tips agar tidak jenuh,caranya begini:
1. Membasuh Wajah

                Saat merasa kantuk dan malas menyerang,basuhlah wajah agar teman-teman merasa segar kembali!Kemudian,rileks sebentar sambil menghirup napas dalam-dalam dan hembuskan pelan-pelan agar otak kita mendapat oksigen maksimal.Dengan demikian,kita pun jadi segar dan semangat kembali untuk belajar.

2. Berbincang Dengan Seseorang

Kalau kita mulai merasa malas,kita datangi seseorang yang kita kenal akrab,lalu berbincang sebentar dengannya.Ingat,tujuan kita untuk menyegarkan pikiran dan perasaan,bukan untuk mengobrol apalagi mengrumpi.

3. Beristirahat

Cara lainnya,saat kita mulai merasa jenuh,kita bisa refresing sebentar.Kita bisa tidur sebentar untuk memulihkan energy yang hilang dari tubuh kita dan tubuh kita akan menjadi lebih segar.

 
4.Jangan diam saja

         Rasa jenuh akan hilang jika kita tidak berdiam diri.Kita bisa mengubah posisi duduk,berpindah ruangan,atau berdiri sebentar sambil menggerakkan badan,lengan dan kaki kita.Nah,kalau sudah merasa badan lebih segar,kita belajar kembali.

5. Melihat Pemandangan yang Cukup Indah

Jika rasa jenuh muncul kembali,cobalah cara yang satu ini.Lihatlah pemandangan disekitar lingkunganmu yang cukup indah dan menyejukkan mata,denngan begitu rasa jenuh dan malas akan hilang,dan kita akan segar kembali.



JADI BEGITU CARA MENGHILANGKAN RASA JENUH DALAM BELAJAR.SEMOGA BELAJAR KALIAN AKAN

LEBIH MENYENANGKAN…..

By. Salsabila Ghina Nuraini

Kelas VI Putri SDIT Tunas Mulia








 




Selasa, 06 November 2012


MISS CURHAT...

Punya masalah?Atau hati rasanya jengkel? Pengen curhat?
Team mading punya solusi!
Curhat aja ke Miss Curhat!Seruu lhoo!Kami agen Miss Curhat sebisa mungkin akan menutup identitas pelanggan curhat.Masalah apa saja InsyaAllah kami bisa memberi solusi.
Mau tau caranya?
ü  Tulis masalahmu pada secarik kertas(boleh lebih kok)
ü  Tulis namamu/kalau tidak mau, boleh kalian menuliskan memakai kode saja,missal E1/G21/apa terserah kalian
ü  Kirim masalahmu ke Aldila (6B)

mISS cURHAT YUUUK....


Cerpen
Pertukaran Pelajar ke Paris

         Saat ini di Elementary School sedang ada tes untuk pertukaran pelajar ke kota Paris negara Perancis.Sheyla mengikuti tes tersebut.Setelah tiga hari tes,kini saatnya pengumuman.Tak disangka Sheyla diterima bersama temannya Michelle , Darwin , dan Jassen.Minggu depan mereka akan berangkat.
       Sebagai perpisahan sekolah mengadakan acara yang berjudul “seharian bersama four children smart” yang memang terdiri dari anak anak yang lolos seleksi pertukaran pelajar seminggu yang lalu.Acara tersebut sangat meriah apa lagi four children tersebut melawak di atas panggung sehingga semua anak dan guru tertawa.Lawakan itu memang khusus di buat Sheyla untuk acara tersebut.
Kini saatnya mereka berangkat.Mereka diantar beberapa guru samapi ke bandara.Setelah lama menunggu akhirnya mereka sampai tujuan.Kemudian mereka pergi ke hotel yang telah disiapkan.Sebelum berangkat mereka sudah di latih berbahasa inggris dengan baik dan benar,sehingga mereka sudah terbiasa bila ditanya oleh orang-orang perancis tersebut dan teman-teman di sekolah baru mereka.
Selain mereka merasakan belajar di ibukota negara Perancis,mereka juga di ajak guru-guru pendamping mereka study tour di beberapa tempat wisata yang ada di negara tersebut.Mereka berempat sangat senang dengan study tour tersebut.Mereka di ajak ke menara Eiffel,Louvre,& Notre Dame.Tak lupa mereka mengabadikan momen tersebut dalam sebuah kamera.Setelah mereka mengunjungi ketiga tempat tersebut mereka pulang ke hotel.Sesampainya di kamar anak-anak langsung menuju ranjang masing-masing.Semua tidur untuk beristirahat karena acara tadi sangat melelahkan.
Hari berganti hari,bulan berganti bulan.Kini saatnya mereka kembali ke Indonesia.Saat ini mereka sudah di pesawat dan kira-kira 2 jam lagi mereka sampai di Indonesia.Di sekolah, mereka sudah disambut oleh teman-temannya.Tak lupa mereka berempat membawa oleh-oleh khas Perancis untuk teman teman mereka dan keluarga mereka.Hati mereka berempat sangat bahagia,ini adalah pengalaman yang tak akan mereka lupakan.



Karya : Inggita Hasi Rahma

CERPEN

Suatu hari seorang ibu berkulit putih menaiki pesawat menuju ke Italia. Ia duduk disebelah orang yang berkulit hitam dan berambut kribo.  Setelah ibu itu tau kalau dia duduk disebelah orang yang berkulit hitam tersebut, ia lalu memanggil pramugari.
“mbak…. mbak….” panggil ibu tersebut.
“ iya ibu ada yang bisa saya bantu?” tanya pramugari.
“tolong carikan bangku lain, saya tidak ingin satu bangku dengan orang ini” kata ibu itu bernada sinis.
“memang ada masalah apa bu?” tanya pramugari dengan lembut.
“Masalahnya disamping saya itu berkulit hitam dan berambut kribo. Saya tidak mau mbak.” kata ibu itu sambil berkocak pinggang.
“tetapi maaf bu, sepertinya tidak ada lagi bangku kosong untuk ibu?” kata pramugari.
“tetapi saya tetap tidak mau satu bangku dengan orang ini!!!!” kata ibu itu senada membentak.
“mohon maaf bu, mau tidak mau anda tetap duduk disini, karena bangku tidak ada yang kosong” kata pramugari.
Akhirnya ibu itupun tetap duduk disitu meskipun dengan perasaan marah dan tidak nyaman.
*****
Beberapa waktu ia lewati dengan keadaan yang tidak dia inginkan. Akhirnya beberapa saat kemudian ada intruksi dari pramugri bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat.
“ yes, akhirnya mendarat juga, aku sudah tidak betah berlama-lama duduk disini” kata ibu itu berbicara sendiri.
*****
Sesampainya di kota Roma ibu berkulit putih itu menglami kecelakaan. Ia terserempet mobil dilokasi bandara tempat ia turun. Ibu itu tergeletak dipinggir jalan, tidak ada yang menghiraukannya. Si kulit hitam melihat dengan tidak tega, kemudian ia segera menolong ibu berkulit putih  tersebut, ia segera menelepon ambulan dan tak lama kemudian ia dibawa ke rumah sakit terkenal di Roma. Sikulit hitam mnunggu ibu itu sampai beberapa hari, namun ibu itu belum kunjung sadar. Kepanikan mulai menggelisahkan si kulit hitam “ bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan ibu ini?” gumam si kulit hitam.
Beberapa saat kemudian sikulit hitam masuk kedalam ruangan ibu itu dirawat, tak disangka dia sadar dari kritis.
Sikulit hitam :” ibu, ibu sudah sadar? Apa yang ibu rasakan?  Ibu baik kan?”
Ibu kulit putih : “ apa yang terjadi? Kenapa aku berada disini? Dan kamu?”
Sikulit putih :” ibu, tenang dulu bu, satu minggu yang lalu ibu mengalami kecelakaan di Bandara dan kondisi ibu kritis, saya kesulitan menghubungi keluarga ibu, masalah biaya ibu tidak usah memikirkan yang penting ibu sudah sadar dan semoga cepat sehat kembali”
Ibu kulit putih :” begitu muliakah dirimu? Terimaksih ya atas semua ini, maafkan aku yang pernah menyakiti hatimu waktu di pesawat kemarin.”
Sikulit hitam :” tidak apa-apa bu,  semua ini sudah rencana Allah “.
Ibu kulit putih :” terimakasih ya….”
Akhirnya merekapun semakin melengkapi kelebihan dan kekurangan pada diri masing-masing. Sehingga menjadi hubungan silaturahim yang kuat.

*****
======================

Nah, teman-teman sedikit pesan dari saya. Semua yang terajadi pada diri kita erat kaitannya dengan orang lain. Seperti takdir Allah bahwa kita adalah makhluk social, tidak bisa hidup tanpa manusia lain, jagalah “Habluminannas”  insyaAllah hidup kita akan bahagia.  Karena pada prinsipnya kita adalah “satu” semakin menyatu semakin bersatu membangun kekuatan ukhuwah. Semoga bermanfaat ya….


======================

  
“Semangat untuk saling MENGHARGAI”


Senin, 05 November 2012



Hariku

Rupa senja seindah kencana
Menampakkan diri di ujung cakrawala
Senandung para burung ria
Habiskan masa di akhir hari

Ku menari-nari di bawah bianglala
Ditemani keindahan rumpun-rumpun mawar disekitarnya
Mendengarkan musik nostalgia alangkah indahnya
Dan mentari menuangkan cahayanya

Kini malam telah datang
Indra-ku melekat pada taburan bintang
Dan kedipan mataku memeluk manja pada rembulan
Kelopak mataku pun telah merapat dari gemerlap dunia

Dan kala fajar bertamu padaku
Alunan merdu burung biru
Temani awal hariku
Yang sesegar embun pagi yang ditempa matahari

Dan setidaknya
Puisiku ini bisa menggambarkan isi hatiku
Dan harapan yang mengisi relung jiwaku
Dan memori lalu yang terselip di kalbuku



    CREATED by : Avicenna (6 B)

Sarung Tangan Ponsel Canggih
Oleh: Farrel Hilmiawan Zein

LONDON – Ada kabar baik bagi para pengguna telepon selular (ponsel), khususnya yang berteknologi layar sentuh. Hi-fun, sebuah perusahaan asal Italia, memiliki cara unik untuk membuat orang dapat lancar berkomunikasi selama musim dingin tanpa membuat tangan mereka beku. Mulai awal bulan ini, Hi-fun memperkenalkan sarung tangan canggih yang dinamakan hi-Call Man Black.

Sekilas, sarung tangan tersebut tidak memiliki perbedaan yang menonjol dengan sarung tangan biasa. Pada bagian pergelangan sarung tangan itu, tertera logo Hi-fun, dua tanda bulat berwarna kuning dan biru, serta sebuah tanda silang berwarna merah. ’’Sarung tangan ini dilengkapi dengan teknologi bluetooth yang memungkinkan Anda bisa berkomunikasi layaknya sedang menggenggam telepon,’’ kata seorang perwakilan Hi-fun.

Untuk berkomunikasi dengan menggunakan hi-Call, konsumen perlu mengaktifkan bluetooth pada ponselnya. Lalu, dengan jari-jemari, konsumen cukup menempelkan bagian ibu jari pada telinga dan bagian kelingking pada mulut. ’’Kami menyebut hi-Call Man Black sebagai produk sensasional terbaru kami untuk musim dingin 2012,’’ ujar Hi-fun seperti dilansir Daily Mail Selasa lalu (2/10).

Selain bagian ibu jari dan kelingking, bagian telunjuk hi-Call pun cukup sakti untuk berkomunikasi. Yakni, untuk mengoperasikan layar sentuh tanpa harus melepas sarung tangan. Dengan demikian, jari-jari atau tangan konsumen tidak akan beku ketika harus menyentuh layar ponsel untuk komunikasi. Sesuai budaya Eropa, Hi-fun menyematkan teknologi itu pada sarung tangan sebelah kiri. Layaknya gadget lain, hi-Call dilengkapi dengan baterai. Konon, sarung tangan itu bisa digunakan untuk komunikasi selama sekitar 20 tahun. Selanjutnya, untuk mengisi ulang baterai, konsumen tinggal memasukkan kabel hi-Call ke colokan listrik. Produk yang sudah mulai dipasarkan di Eropa itu bisa dibeli seharga GBP 50 atau sekitar Rp 771 ribu. Kapan masuk Indonesia. (dailymail/hep/dwi)