Kamis, 20 Desember 2012

KUIS MADASSI


KAMUS MINI BAHASA PERANCIS


Air             = Eau
                    
Sungai        = Riviere

Susah         = Difficile

Arang         = Charbon de bois

Asbak        = Cendrier

Uang          = Tour

Menara      = Argent

Kaki          = Pied

Mulut        = Bouche

Hidung      = Nez

Membayar = Payer

Buah         = Fruit

Sayur        = Legume

CERPEN


 Rasanya badanku pegal-pegal, cpek ngurus sekolah seharian full nonstop. Aku mendengar suara azdan menggema ditelingaku. Ku lihat nenek dengan sigap walau pelan segera menggapai keran dan berwudlu untuk sholat magrib. Aku selalu mengakhirkan solat setiap hari, bahkan sampai telat lama……..

*****
SHALATLAH TEPAT WAKTU
                  Aku melihat orang-orang dipelupuk mataku banyak sekali. Semua berlalu-lalang kesana-kemari dan matahari terasa sejengkal dari ubun-ubun. “ OH TIDAK!!!! AKU TAHU HARI INI HARI APA?!?!?!? SEKARANG KIAMAT!!!” Semua manusia digiring ke padang mahsyar termasuk aku. Ku lihat nenek ada diujung jauh pandangku. Sambil menunggu nama yang dipanggil untuk diberi keadilan seadil-adilnya. Jantungku berdebar dahsyat. Dan rupa-rupa tak  disangka, namaku dipanggil pertama kali.

  Dengan langkah lemah dan pelan aku mengambil pijakan. Kerumunan orang membelah menjadi dua memberi jalan kepadaku. Dua malaikat mendatangiku dan menarikku agar cepat. “ ya…. Ya… hmmm” kataku.

“Masukkan Dia ke Neraka”

Menengar keputusan itu aku menjerit “ ah, Tidak!!! Imposible! Aku selalu bersedekah! Memberi zakat fitrah, membantu orang tua! Aku berpuasa Ramadhan! Aku selalu sholat setiap hari! TOLOOOOOONG!!!!!”. Namun tidak ada satupun orang yang menolongku, mereka cuek sama sekali tidak peduli padaku. Dua malaikat tadi bergegas menarik tanganku dengan langkah tegap menuju pintu neraka yang ternganga. “ Tidak” aku memanggil nenekku. Ku lihat ia menatapku beberapa detik lalu memejamkan matanya dan menggeleng. Agak jauh dari pintu neraka, panasnya masyaAllah luar biasa. Dan dua mailakat memepercepat langkah untukmenarikku ke sana.                  “ TIDAKKKK TOLONG! TOLOOONG!!!” jeritku.

  BLUNG! Aku didorong oleh dua malaikat tadi.. “ aaarggghhh!!” jeritku….   Tapi…… hup! Ada yang menarik tanganku. Aku hampir menyentuh api neraka yang hebat. Ku menengadah. Tampak seorang lelaki tua berjenggot panjang, berwajah bersih, dan suci. “s..s… siapa kamu??” aku kebingungan bercampur bahagia, bercampur-campu aduk.” aku adalah shalatmu” jawabnya,  “ aku akan menyelamatkanmu dari api neraka”. Katanya lagi. Sedikit kesal aku berkata “Huh! Kenapa kau tidak menolongku dari awal, malah diakhir? Lihat! Aku hampir saja masuk kedalamnya”. Dengan senyum meneduhkan lelaki itu berkata,” Ingatkah kamu? kalau kamu selalu mengakhirkan sholatmu di dunia? Maka aku juga menyelamatkanmu diwaktu akhir disini” Jawabnya bijak.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
 

Teman-teman sudah taukan? Kalau neraka itu sangat kejam, maka Allah telah mengingatkan kepada kita              :


“Janganlah suka menunda melakukan amalan sholih”


 Apalagi sholat, menunda sholat saja hampir masuk neraka?? Apalagi kalau tidak sholat??? Wah pasti sudah dilahap habis oleh api neraka yg luar biasa panasnya itu…


 Semangat berjuang ya kawan!! Raih surga disisiNya. Dan kita bisa REUNI DI SURGA nanti…. Amin y robbal ‘alamin

 

By. Avicena Putri Hamidah
VI Putri SDIT Tunas Mulia




Minggu, 11 November 2012

Awas! Inilah Bahaya Jika Menahan Bersin



Written By UNDC | Uniknihdotcom on Saturday, October 6, 2012 | 7:13 PM
Agan-agan ada nggak yang belum pernah mengalami bersin? Sepertinya, hampir kita semua pernah mengalami bersin-bersin. "Bersin adalah keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung  dan mulut. Udara ini dapat mencapai kecepatan 70 m/detik (250 km/jam). Bersin dapat menyebarkan penyakit lewat butir-butir air yang terinfeksi yang diameternya antara 0,5 hingga 5 Âµm. Sekitar 40.000 butir air seperti itu dapat dihasilkan dalam satu kali bersin" (Wikipedia). 

Menurut kumpulan.info "Biasanya bersin terjadi karena ada partikel pengganggu dalam hidung Anda. Ujung-ujung saraf di dalam hidung merangsang Anda bersin untuk menyingkirkan partikel-partikel tersebut. Penyebab lain adalah udara dingin atau sakit flu. Pada saat sakit flu, banyak partikel asing di dalam hidung Anda sehingga memaksa hidung merangsang bersin."

Ngomong2 bersin, ada artikel menarik dari health.detik.com mengenai bahaya jika menahan bersin yang mungkin bermanfaat bagi kita semua. Ini dia info tentang bahaya menahan bersin!

Jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya.

Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan.
Kecepatan bersin yang dimiliki manusia adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan untuk bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan malah masuk kembali.



"Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan) dan ini adalah hal yang baik, sedangkan menahan bersih justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko,' ujar Dr Michael Roizen, kepala Wellness Officer Clevelend Clinics, seperti dikutip dari Doctoroz.com, Senin (8/3/2010).
Roizen mengungkapkan ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu:
  • Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung
  • Mimisan
  • Pecah gendang telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Vertigo
  • Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya mempengaruhi struktur bagian dalam kepala.

Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan.

"Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin," tambahnya.

 Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang.

Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.

KEPALA SDIT TUNAS MULIA WONOSARI Ustadzah Reni Khasana, S.Pd.Si


CURICULUM VITAE

A. DATA PRIBADI

        1. Nama Lengkap                : Reni Khasana, S.Pd.Si

        2. Nama Panggilan              : Reni

        3. Tempat tanggal lahir        : Gunungkidul, 7 November 1982

        4.. Alamat                          : Tembesi Tembesi, Ponjong, GK

        5. Agama                   : Islam

6. Status : Menikah (Uminya Oza Hira, Hanin)

7. Hobi : Membaca, Memasak

8. Cita-cita : Masuk surga

9.Motto hidup : Laa Izata ila bil jihadi

10. Instansi : SDIT Tunas Mulia

11. Jabatan : Khodimate SDIT

12. Pengalaman menarik : Sebuah tekad yang kuat usaha dan do’a ternyata awal yang baik untuk mencapai sesuatu.      Kita harus punya rencana, obsesi,, cita-cita dan sungguh-sungguh berusaha untuk     meraihnya. Dengan do’a Allah menjadikan yang tidak mungkin menjadi             mungkin. Dulunya punya 1 harapan yang didorong oleh suatu kondisi saat itu. “Tahun 2007,   na harus bermaisyah, harus berkeluarga….” dan dengan izin Allah hal tersebut bisa               terwujud!! Subhanallah…

B. RIWAYAT PENDIDIKAN

1. TK ABA KARANGMOJO

2. SDN III KARANGMOJO

3. SMPN I KARANGMOJO

4. SMA N I WONOSARI

5. Fak. MIPA Universutas Negri Yogyakarta

C. RIWAYAT PEKERJAAN

Tahun 2007 hingga sekarang di SDIT Tunas Mulia Wonosari

D. TENTANG AKU

Ana berharap menjadi pendidik yang baik untuk anak-anakku dan untuk semua anak. Kerena menyelami mereka bak       menyelami lautan didalamnya. “ My childrens, my students, they are my teachers”

E. TENTANG ANAK-ANAKKU DAN KELUARGAKU

Permata hatiku sekarang tiga :

* Fahroza Fikri Mustofa (Oza) umur 4,5 tahun

*Raihanah Zahirah (Ira) umur 3 tahun

*Ghaida Hanin (Hanin) umur 1,5 tahun

Inspirasi yang tak pernah habis, kata-kata yang keluar dari malaikat-malaikat kecilku itu selalu menjadikan pelipur….” Mi, kalau es krim di surgA itu buanyak ya, gak bikin pilek. Kalau beli es krim di…(salah satu toko) bisa bikin pilek… aku mau masuk surga mi..” (Oza).

Kalau berbuat sesuatu yang dianggap salah, pasti akan tanya  “ Ummi gak marah-marah kan????” (Zahira)

Keluaga adalah motivasi dan semangatku……...



PUISI - GURU



Oooh……. Guru
Kau pembimbingku disekolah
Kau inspirasiku disekolah
Kau memberi ilmu untukku                
 Wahai…. Guru
 Jasamukanku kenang selamanya
 Ocehanmu perintahmu kanku ingat
 Kanku ingat ilmu yang kau berikan kepadaku
Guru……..
Sungguh besar jasamu guru
Kanku ingat semua jasamu
Terimakasih atas jasamu guru
                                                                                                                                               

                                                                                                                                Karya: Restu Wahyuningsih_ VI B PUTRI