Selasa, 06 November 2012


CERPEN

Suatu hari seorang ibu berkulit putih menaiki pesawat menuju ke Italia. Ia duduk disebelah orang yang berkulit hitam dan berambut kribo.  Setelah ibu itu tau kalau dia duduk disebelah orang yang berkulit hitam tersebut, ia lalu memanggil pramugari.
“mbak…. mbak….” panggil ibu tersebut.
“ iya ibu ada yang bisa saya bantu?” tanya pramugari.
“tolong carikan bangku lain, saya tidak ingin satu bangku dengan orang ini” kata ibu itu bernada sinis.
“memang ada masalah apa bu?” tanya pramugari dengan lembut.
“Masalahnya disamping saya itu berkulit hitam dan berambut kribo. Saya tidak mau mbak.” kata ibu itu sambil berkocak pinggang.
“tetapi maaf bu, sepertinya tidak ada lagi bangku kosong untuk ibu?” kata pramugari.
“tetapi saya tetap tidak mau satu bangku dengan orang ini!!!!” kata ibu itu senada membentak.
“mohon maaf bu, mau tidak mau anda tetap duduk disini, karena bangku tidak ada yang kosong” kata pramugari.
Akhirnya ibu itupun tetap duduk disitu meskipun dengan perasaan marah dan tidak nyaman.
*****
Beberapa waktu ia lewati dengan keadaan yang tidak dia inginkan. Akhirnya beberapa saat kemudian ada intruksi dari pramugri bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat.
“ yes, akhirnya mendarat juga, aku sudah tidak betah berlama-lama duduk disini” kata ibu itu berbicara sendiri.
*****
Sesampainya di kota Roma ibu berkulit putih itu menglami kecelakaan. Ia terserempet mobil dilokasi bandara tempat ia turun. Ibu itu tergeletak dipinggir jalan, tidak ada yang menghiraukannya. Si kulit hitam melihat dengan tidak tega, kemudian ia segera menolong ibu berkulit putih  tersebut, ia segera menelepon ambulan dan tak lama kemudian ia dibawa ke rumah sakit terkenal di Roma. Sikulit hitam mnunggu ibu itu sampai beberapa hari, namun ibu itu belum kunjung sadar. Kepanikan mulai menggelisahkan si kulit hitam “ bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan ibu ini?” gumam si kulit hitam.
Beberapa saat kemudian sikulit hitam masuk kedalam ruangan ibu itu dirawat, tak disangka dia sadar dari kritis.
Sikulit hitam :” ibu, ibu sudah sadar? Apa yang ibu rasakan?  Ibu baik kan?”
Ibu kulit putih : “ apa yang terjadi? Kenapa aku berada disini? Dan kamu?”
Sikulit putih :” ibu, tenang dulu bu, satu minggu yang lalu ibu mengalami kecelakaan di Bandara dan kondisi ibu kritis, saya kesulitan menghubungi keluarga ibu, masalah biaya ibu tidak usah memikirkan yang penting ibu sudah sadar dan semoga cepat sehat kembali”
Ibu kulit putih :” begitu muliakah dirimu? Terimaksih ya atas semua ini, maafkan aku yang pernah menyakiti hatimu waktu di pesawat kemarin.”
Sikulit hitam :” tidak apa-apa bu,  semua ini sudah rencana Allah “.
Ibu kulit putih :” terimakasih ya….”
Akhirnya merekapun semakin melengkapi kelebihan dan kekurangan pada diri masing-masing. Sehingga menjadi hubungan silaturahim yang kuat.

*****
======================

Nah, teman-teman sedikit pesan dari saya. Semua yang terajadi pada diri kita erat kaitannya dengan orang lain. Seperti takdir Allah bahwa kita adalah makhluk social, tidak bisa hidup tanpa manusia lain, jagalah “Habluminannas”  insyaAllah hidup kita akan bahagia.  Karena pada prinsipnya kita adalah “satu” semakin menyatu semakin bersatu membangun kekuatan ukhuwah. Semoga bermanfaat ya….


======================

  
“Semangat untuk saling MENGHARGAI”